Sabtu, 22 Oktober 2011

7 HAL TENTANG AGAMA
Norma Agama mengajarkan umat manusia bersatu tetapi umat beragama lebih senang berkelompok membuat komunitas sendiri-sendiri tidak mau dipersatukan mereka menganggap kelompok mereka yang benar yang lain diluar kelompok mereka itu sesat, mereka senang kalau ada anggota kelompok lain masuk di kelompok mereka tapi mereka pasti marah kalau disuruh keluar dari kelompoknya.
Norma Agama mengajarkan kesetaraan umatnya tetapi dalam beragama ada yang merasa lebih dari yang lain, merasa derajatnya lebih tinggi, merasa lebih suci, mengira orang lain tidak pantas, menentukan harus begini dan tidak boleh begitu, seakan-akan dia telah ditugaskan oleh tuhannya untuk mengatur yang lain dan seakan-akan dia merasa tahu kalau dia lebih mulia dari umat yang lain padahal dalam dirinya pun dia masih kebingungan.
Norma Agama mengangkat umatnya dari zaman jahiliah atau kebodohan, tetapi dalam prakteknya agama itu sendiri sudah membodohi umatnya dengan memberikan ajaran-ajaran yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, bisa kita bayangkan berapa banyak masalah dalam agama yang tidak bisa dijelaskan secara rasional, akhirnya mereka menggunakan dogma sebagai senjata mereka untuk lari dari tanggung jawab.
Norma Agama mengajarkan kejujuran tetapi umatnya tidak bisa jujur mengakui bahwa selama ini mereka hanya ikut-ikutan saja, bahwa sebernanya masih ada tanda tanya besar dalam diri mereka yang belum terjawab, bahwa mereka mengatakan percaya tapi sesungguhnya didalam hati kecil mereka masih belum percaya, bagaimana mungkin  percaya kepada sesuatu yang belum dikenalnya? ini mereka lakukan karena mereka lihat mayoritas orang telah mempercayainya.
Normat Agama mengatakan permudah jangan persulit, tidak ada kesukaran dalam beragama, tidak ada yang memberatkan, tetapi dalam beragama banyak aturan yang memberatkan yang harus dikerjakan kalau tidak akan di berikan ancaman-ancaman, terjadi pemaksaan disini, agama seperti ini sudah melanggar hak asasi manusia yaitu hak untuk merdeka, agama menjadi suatu hal yang menakutkan, agama menjadi suatu barang dagangan, bukankah aturan dibuat untuk memudahkan?
Norma Agama mengajarkan ketulusan tetapi dalam beragama umatnya selalu mengharapkan imbalan dari apa-apa yang mereka kerjakan, seandainya tidak ciptakan surga dan neraka mungkin mereka tidak mau melaksanakan perintah tuhannya, ajaran agama sudah menurunka kwalitas keimanan seseorang seperti seorang budak yang bekerja karena mengharapkan imbalan dan takut tidak bekerja karena akan di cambuk, kalau tuhan ridho kita keneraka apakah ada yang iklas sementara kita merasa telah mengikuti segala perintahnya?
Norma Agama tidak sama dengan lembaga agama yang kita kenal sekarang ini, karena itu hanya perlambangan yang menandakan bahwa agama itu ada sementara didalamnya telah terjadi pelanggaran norma-norma agama seperti yang saya uraikan diatas, agama seperti ini telah membuat jarak antara manusia dengan tuhannya dengan demikian mereka bisa mengambil keuntungan dengan memposisikan sebagai penghantar bagi siapa yang mau berjumpa dengan tuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar